Minggu, 20 Desember 2015

jahe instan

Jahe Instan 

produk instan adalah produk pangan tanpa air tetapi mudah ditambahkan air (dingin/panas), mudah larut dan siap disantap. Salah satu contoh produk instan adalah pembuatan jahe instan. 

Jahe Instan adalah jahe yang terbentuk butiran-butiran (serbuk) dan dalam penggunaannya mudah melarutkan dalam air dingin atau air panas. Teknik pengilihan jahe instan  dapat dibedakan menjadi dua metode, yaitu teknik spray drying dan kristalisasi. Spray drying merupakan proses perubahan bahan dari bentuk cair menjadi partikel-partikel kering berupa serbuk atau butiran oleh suatu proses penyemprotan bahan ke dalam medium keringyang panas. Sedangkan kristalisasi adalah proses pembentukan kristal padat dari suatu larutan induk yang homogen. 

 Hasil uji coba pratikum 
Tabel 1. Pembuatan jahe instan
Produk
Berat jahe
Berat awal
Berat gula
Volume air
Berat akhir
Jahe instan
170 g
657 g
590 g
590 cc
533 g

Tabel 2. Uji organoleptik jahe instan

Rasa
Manis, sedikit pedas
Aroma
Manis gula
Warna
Putih tulang
Tekstur
Bubuk lembut

pertama cara pengolahannya adalah dengan memilih jahe yang baik dan besar kemudian mengupas dan menyuci jahe. blander jahe yang sudah dibersihkan dengan air dengan perbandingan jahe dan air (1:3), tujuannya adalah adanya penambahan air ini agar saat proses penghalusan pada jahe prosesnya menjadi lebih mudah. peras dan saring dengan menggunakan kain saring dan ambil sarinya. tambahkan gula dengan perbandingan (1:1), bertujuan agar cairan sari jahe mengental. sari buah diuapkan atau dipanaskan sampai mengental, diaduk-aduk secara terus menerus sampai terlihat busa-busa yang akan membentuk kristal. pemanasan sari jahe dalam keadaan api yang sangat mendidih dan panas, agar cairan jahe cepat matang. setelah mendidih cairan sari jahe tersebut, kemudian lakukan pendinginan dengan cara matikan kompor dengan mengaduk-aduknya sampai dingin sehingga  terbentuknya gumpalan-gumpalan kristalyang kemudian disaring menjadi serbuk jahe, atau melakukan blender agar lebih halus sampai menjadi bubuk halus. kemudian kemas dalam plastik dan jadilah produk instan jahe. 

pada hasil pratikum diatas dapat dilihat bahwasanya ada terdapat penyusutan, dikarenakan adanya proses karamelisasi dan pengentalan. salah satu teknologi alternatif yang digunakan cukup sederhana dan murah yang dapat menhasilkan produk serbuk instan yaitu  kristalisasi. Teknologi ini didasarkan pada pemanfaatan sifat gula pasir (sukrosa) yang dapat kembali membentuk kristal setelah dicairkan. secara umum, mekanismenya adalah sebagai berikut : sukrosa dipanaskan akan mencair dan bercampur dengan bahan lainnya, ketika air menguap akan terbentuk kembali menjadi butiran-butiran padat. sifat sukrosa sangat dipengaruhi oleh pH, jika pH larutan rendah (asam) maka proses kristalisasi tidak akan terbentuk dan larutan menjadi liat, atau orang sunda mengenalnya dengan istilah gula liat. Jadi, semua bahan pangan pada dasarnya dapat dijadikan serbuk instan asalkan larutannya memiliki pH yang tidak asam. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum yang dapat menghasilkan produk yang baik berkisar 6,7-6,8. Pembuatan serbuk instan dengan metode kristalisasi hanya membutuhkan bahan dan peralatan yang sederhana, seperti gula pasir, air putih bersih, sedangkan alatnya blender, timbangan, wajan, kompor, penyaringan dan pengaduk. Beberapa produk yang menggunakan metode kristalisasi dan sudah banyak dikenal umum adalah jahe instan. Teknologi kristalisasi ini merupakan teknologi tepat guna yang cocok diterapkan di industri kecil dan menengah (UKM) yang memiliki modal yang terbatas. salah satu contoh produk yang sudah dikembangkan adalah sari jahe instan. 
 uji organoleptik 
pada jahe bubuk atau jahe instan ini memiliki rasa manis dan sedikit pedas, aroma khas jehe manis, warna putih tulang dan bentuk bubuk lembut atau seperti serbuk pasir yang lembut.

Kesimpulan :
Untuk praktikum pembuatan jahe instan ini dapat di tarik kesimpulan bahwa :
  1. Jahe yang digunakan mempunyai bobot 170 gram dan setelah di proses menyusut menjadi 533 gram ( dalam bentuk bubuk ).
  2. Gula dalam pembuatan jahe instan ini digunakan sebagai penambah rasa manis dan untuk aromanya khas jahe manis dan tidak ada penambahan kayu manis. 
  3. Penambahan air juga sangat berpengaruh untuk pelarutan jahe agar menjadi bubuk.
  4. Rasa yang di hasilkan masih agak sedikit pedas, untuk rasa manis dan aromanya sudah cukup pas.



Daftar Pustaka:
Dziezak, J.D. 1980. Microencapsulation and Encapsulated Ingredients. Journal of Food Technology. 18 (4) : 138
Health, Vita. 2006. Diet VCO: Panduan Menurunkan Berat Badan dengan Minyak Kelapa Murni. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Prastowo, Bambang. 2007. Booklet Teknologi Unggulan Tanaman Jahe. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Riana. 2012. “Laporan Jahe Instan”. http://rianayetmi14.blogspot.com. Diakses pada tanggal 20 desember 2015 pukul 21:00