Prinsip Pembuatan Abon
Pengertian Abon
Abon merupakan salah satu jenis makanan yang diawetkan dalam bentuk daging yang disuwir-suwir dengan berbentuk serabut atau dipisahkan dari seratnya berasal dari daging (sapi, kerbau, dan berbagai macam ikan laut) yang ditambahkan denagan bumbu-bumbu yang selanjutnya digoreng.
Abon sebenarnya merupakan produk daging awet yang sudah lama dikenal masyarakat. pada data BPS dalam Sianturi (2000) menunjukkan bahwa abon merupakan produk nomor empat terbanyak diproduksi. Abon termasuk makanan ringan atau lauk yang siap saji. Produk tersebut sudah dikenal oleh masyarakat umum sejak dulu. Abon dibuat dari daging yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki karakteristik kering, renyah, dan gurih. pada umumnya daging yang digunakan dalam pembuatan abon yaitu dagng sapi atau kerbau.
Standar Mutu Abon
Abon sebagai salah satu produk industri pangan yang memiliki standar mutu yang telah ditetapkan oleh Departemen Perindustrian. Penetapan standar mutu merupakan acuan bahwa suatu produk tersebuat memiliki kualitas yang baik dan aman bagi konsumen. Para produsen Abon disarankan membuat produk abon dengan memenuhi Standar Industri Indonesia (SII). Standar SII dapat dilihat pada tabel 2.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi standar mutu abon antara lain :
1. Kadar air berpengaruh terhadap daya simpan dan keawetan abon
2. Kadar abu menurunkan derajat penerimaan dari konsumen
3. Kadar protein sebagia petunjuk beberapa jumlah daging/ikan yang digunakan untuk abon.
4. Kadar lemak berhubungan dengan bahan baku yang digunakan, ada tidaknya menggunakan minyak goreng dalam penggorengan
Tabel
2.1 Standar Industri Indonesia untuk
Abon No 0368-80,0368-85
Komponen
|
Nilai
|
Lemak (maksimum)
|
30%
|
Gula (maksimum)
|
30%
|
Protein
|
20%
|
Air (maksimum)
|
10%
|
Abu (maksimum)
|
9%
|
Aroma, warna dan rasa
|
Khas
|
Logam berbahaya (Cu, Pb, Mg, Zn dan As)
|
Negatif
|
Jumlah bakteri
(maksimum)
|
3000/g
|
Bakteri bentuk koli
|
Negatif
|
Jamur
|
Negatif
|
Sumber : Standar Industri Indonesia
Cara Pembuatannya adalah :
- Bersihkan daging dari sisa tulang, kemudian cuci hingga bersih
- Potong keci daging dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm atau bisa juga lebih besar
- Panaskan air dalam panci lalu masullan garam, sereh dan daun salam
- Masukkan daging lalu rebus selama 30-60 menit hingga matang dan empuk
- Pres atau tiriskan daging yang sudah matang
- Tumbuk perlahan daging yang sudah kering, kemudian cabik-cabik dengan garbu
- Campurkan bubuk ketumbar, garam, gula pasir dan penyedap rasa dalam daging yang sudah dicabik-cabik, lalu aduk hingga rata
- Giling bawang merah, bawang putih dan lengkuas hingga halus, lalu campurkan ke dalam daging
- Aduk campuran daging dengan bumbu hingga rata
- Tuangkan santan kental ke dalam campuran daging, kemudian aduk hingga rata
- Panaskan minyak goreng dalam wajan, kemudian masukkan daging yang sudah dibumbuin
- Goreng abon dengan api kecil sambil diaduk hingga matang. Ciri abon yang matang yaitu timnul suara gemericik jika diremas
- Tiriskan abon
- Masukkan abon yang sudah matang ke dalam alat press. Caranya putar batang pengepres hingga sisa minyak terpisahkan dari abon
- Pisahkan abon yang menggumpal dengan garpu
- Campur abon dengan bawang goreng
Daftar Pustaka
Sumarsono, J, dan H.A Sirajudin. 2008. Penentuan lama sentrifuge minyak abon daging sapi. Makalah Penunjang Seminar Nasional. Fakultas Pertanian Universitas Mataram, MataramNazieb, A. 2009. Food Science and Technology. Universitas Negeri Surakartra, Surakarta.
Sianturi, R. 2000. Kandungan gizi dan palatabilitas abon daging sapi dengan kacang tanah (Arachis hypogeal linn) sebagai bahan pencampur. Skripsi. Fakultas Peternakan.Institut Pertanian Bogor, Bogor.



